Banana Bread Bottom Cheesecake

Halo,

Jadi asal muasalnya, gue menemukan resep ini dari buzzfeedtasty di instagram. Selidik punya selidik, resep ini juga ada di laman mereka beserta videonya. Pertama gue melihat resepnya, gue berpikir kenapa enggak untuk bikin ini berhubung gue sudah lama enggak buat cheesecake dan kebetulan ingin punya stok camilan berlimpah dan selain es krim.

Namun tiba-tiba, negara api menyerang. Tetangga gue baru-baru ini memulai pola makan tanpa gula tambahan. Sebetulnya, kalau gue mau egois, gue bisa aja untuk membuat sendiri sesuai selera gue dan cuek. Tapi gue selalu ingat kalau membuat makanan itu jauh lebih asik ketika memang sengaja dibuat karena ada tujuannya dan penerimanya bisa menikmati dengan senang. Agak lucu sih kalau dipikir, ketika seharusnya tetangga gue yang lebih banyak “memaklumi” gue karena keterbatasan bahan makanan yang bisa gue pilih karena agama, justru gue yang malah banyak memaklumi tetangga gue karena dia dengan pola hidup sehatnya. Hal baiknya adalah gue jadi belajar dan terbawa dengan pola makan sehatnya. Dari sinilah gue memutuskan untuk melanjutkan membuat cheesecake ini tapi dengan versi ulikan gue dimana tanpa menambahkan gula tambahan (challenge accepted!).

Continue reading

Mengejar Doktoral, awal 2017

Halo, selamat menempuh tahun baru dan semoga semua lancar.

Iya, jadi gue sudah hidup di negeri orang ini selama kurang lebih 4 bulan terhitung dari awal September. Intinya sih, gue cuma ingin berbagi tentang apa yang gue rasakan dengan menjalani kehidupan doktoral di usia 25 tahun ini.

Kalau tiba-tiba ada orang dengan gaya “reporter-ngewawancarain-artis-baru-keluar-dari-pengadilan-agama”: “mas gimana rasanya mas?” gue cuma akan menjawab dengan senyum simpul “Alhamdulillah yah, tidak mudah”. Iya, ucapan ini masih keluar dari mulut gue sendiri yang biasanya ketawa ketiwi sambil teriak kenceng “LO MUSTI TAU”. Continue reading

Menuju Britania Raya (Bagian 2)

Sebetulnya tulisan ini gue buat setelah sampai di Bristol, jadi gue akan berusaha mengingat poin penting lainnya selama perjalanan gue menuju negara ini. Perlu diingat lagi, ini adalah catatan perjalanan gue yang belum pernah keluar negeri sendirian. Paspor gue hanya memiliki 1 buah visa dan itu adalah visa umrah di 2007. Untuk memulai tulisan ini, mari kita lanjutkan dari packing gue. Continue reading

Menuju Britania Raya (Bagian 1)

Tepat pada tanggal 27 Juni 2016, surat pernyataan gue diterima sebagai mahasiswa PhD di University of Bristol resmi keluar. Pada saat ini, beasiswa gue sudah jelas, tinggal mengurus berbagai persiapan keberangkatan. Awalnya, gue pikir simpel saja karena dasarnya gue bukan orang yang banyak mikir untuk urusan begini, tapi ternyata banyak hal kecil yang harus diurus dan ada baiknya untuk diketahui sebelumnya. Adapun beberapa pertanyaan yang muncul selama proses gue menuju Inggris adalah: Continue reading