Halo Indonesia, saya pulang (sebentar)

Halo Jakarta,

Jadi ceritanya, gue berkesempatan untuk pulang ke Indonesia selama 3 minggu selama periode paskah. Kenapa paskah? Karena gue memanfaatkan waktu tutup kampus dimana akses lab gue akan terbatas. Gue juga pulang padahal baru 6 bulan di Britania Raya adalah karena gue enggak tahu kapan lagi akan bisa pulang dan gue juga kangen ibu dan adik gue. Singkat cerita, gue kepikiran untuk mencoba penerbangan langsung dari Garuda Indonesia selama 13 jam. Gue tinggal naik bus dari terminal yang berjarak 5 menit dari flat gue – duduk manis sampai bandara Heathrow, London – Naik pesawat dan duduk manis 13 jam – sampai Jakarta dan dijemput ibu serta adik gue. Mudah.

Continue reading

Jalan-jalan ke Cheddar Gorge

Sebetulnya ini kejadiannya sudah tahun lalu (27 Desember 2016) tapi gue baru sempat untuk menulis ini sekarang. Jadi beginilah cerita petualangan Dandri yang nyaris mati kedinginan di Lembah Cheddar (Cheddar Gorge) karena biasanya hidup di kamar tropisnya dengan pemanas kekuatan penuh. Oh iya, obrol-obrol Lembah Cheddar ini adalah tempat produksi awalnya keju jenis cheddar (kata orang-orang disana).

Jadi cerita ini dimulai dari gue yang selesai dengan pekerjaan gue di kampus tepat 2 hari sebelum natal. Dengan mendadak gue sadar gue perlu jalan-jalan. Awalnya gue mau ke Taman Nasional Exmoor. Sayangnya akomodasi disana penuh karena mendadak dan musim liburan, jadilah gue mencari alternatif dan gue ingat ada Lembah Cheddar di daftar gue. Sedikit mencari di jejaring dan selesailah gue mem-booking tiket untuk satu hari berkeliling di Lembah Cheddar sebesar £16. Mungkin mereka lagi berusaha memperkenalkan sistem daring, karena harga aslinya adalah £19 tapi kalau beli daring didiskon 15%. Continue reading

Menuju Britania Raya (Bagian 2)

Sebetulnya tulisan ini gue buat setelah sampai di Bristol, jadi gue akan berusaha mengingat poin penting lainnya selama perjalanan gue menuju negara ini. Perlu diingat lagi, ini adalah catatan perjalanan gue yang belum pernah keluar negeri sendirian. Paspor gue hanya memiliki 1 buah visa dan itu adalah visa umrah di 2007. Untuk memulai tulisan ini, mari kita lanjutkan dari packing gue. Continue reading

Menuju Britania Raya (Bagian 1)

Tepat pada tanggal 27 Juni 2016, surat pernyataan gue diterima sebagai mahasiswa PhD di University of Bristol resmi keluar. Pada saat ini, beasiswa gue sudah jelas, tinggal mengurus berbagai persiapan keberangkatan. Awalnya, gue pikir simpel saja karena dasarnya gue bukan orang yang banyak mikir untuk urusan begini, tapi ternyata banyak hal kecil yang harus diurus dan ada baiknya untuk diketahui sebelumnya. Adapun beberapa pertanyaan yang muncul selama proses gue menuju Inggris adalah: Continue reading