Mengejar Doktoral, awal 2017

Halo, selamat menempuh tahun baru dan semoga semua lancar.

Iya, jadi gue sudah hidup di negeri orang ini selama kurang lebih 4 bulan terhitung dari awal September. Intinya sih, gue cuma ingin berbagi tentang apa yang gue rasakan dengan menjalani kehidupan doktoral di usia 25 tahun ini.

Kalau tiba-tiba ada orang dengan gaya “reporter-ngewawancarain-artis-baru-keluar-dari-pengadilan-agama”: “mas gimana rasanya mas?” gue cuma akan menjawab dengan senyum simpul “Alhamdulillah yah, tidak mudah”. Iya, ucapan ini masih keluar dari mulut gue sendiri yang biasanya ketawa ketiwi sambil teriak kenceng “LO MUSTI TAU”. Continue reading

Rahasia Perempuan (yang ternyata tidak terlalu rahasia)

Jadi ini adalah cerita dari teman gue si Dandri. Si Dandri ini sedang melancong dan kebetulan flat yang seharusnya ia tempati baru bisa dimasuki 4 hari kemudian. Maka dari itu, si Dandri diharuskan menginap di hostel terdekat dan termurah yang bisa Ia dapatkan. Cukup beruntung, si Dandri dapat kamar berisi 6 bunk bed dimana seminggu sebelumnya ia dapat di kamar 12 bunk bed. Continue reading