Sains 001 : Mencit tidak sama dengan Tikus

Halo semua,

Gue sebetulnya udah lama ingin menulis dan membuka kategori ini disini, tapi baru ada mood nya sekarang. Intinya sih, di kategori sains ini gue akan mencoba menulis hal-hal berbau sains yang gue temui sepanjang perjalanan gue menjadi saintis dan menterjemahkannya dalam bahasa indonesia sekaligus bahasa populer. Tujuannya apa? Meningkatkan pengetahuan dan argumentasi logis orang Indonesia. Jujur gue sangat gemes ketika omongan “kata si x pakai ini aja, ampuh loh” menjadi patokan kepercayaan dalam menjelaskan fenomena alam. Jadi ini langkah konkrit gue dalam menyalurkan rasa gemas gue.

Jadi untuk pertama ini, gue mau menulis hal dasar dari penelitian yang ada kaitannya dengan biologi dasar. Baik itu aplikasinya untuk medis, konservasi, psikologi dan lainnya. Untuk orang yang berkecimpung di bidang ini mungkin sudah umum dengan 2 hewan ini, tapi ada baiknya kalian yang tidak berkecimpung juga tahu kalau mencit (mouse) itu berbeda dengan tikus (rat).

Hah? apa bedanya? sama-sama geli.

Ya kalau urusan dapur mungkin ujung-ujungnya sama aja. Tapi ini tulisan dibuat untuk para kalian calon peneliti masa depan (dan mungkin para peneliti yang tidak terlalu mau ambil pusing soal ini) untuk mengetahui seberapa berbedanya mereka. Gue pribadi bisa bilang demikian karena meskipun selama kuliah sarjana dosen gue sangat menggodok soal ini, gue baru merasakan perbedaan mereka seberpengaruh itu.

Mengapa?

Sebelum kemana-mana, gue perlu menyebutkan kalau tikus dan mencit, secara evolusi sudah terpisah cukup lama. Berdasarkan bukti DNA, mencit dan tikus berpisah sekitar 11,33 juta tahun yang lalu (Kimura dkk, 2015 — konten gratis — gambar 4b). Oke sekian juta tahun lalu, terus kenapa? Oh untuk info pembanding, gorila dan simpanse berpisah di sekitar 6.7 juta tahun yang lalu (Kumar & Hedges, 1998 — konten berbayar — gambar 3). Logika sederhananya sih, ada penelitian yang dilakukan di simpanse tapi enggak di gorila kan? Gue tau enggak se pukul rata itu logikanya, tapi poin gue, mencit dan tikus terpisah sejauh itu.

Lalu kenapa kalau terpisah sejauh itu?

Banyak. Hal yang pasti jelas adalah perilakunya. Sepaham gue, perilaku gorila dan simpanse itu berbeda. Sejauh apa gue enggak tahu, tapi yang sederhana, gorila adalah hewan terestrial (kebanyakan hidup di atas tanah) sedangkan simpanse bisa terestrial atau arboreal (hidup diatas pohon). Karena gaya hidup yang berbeda, otomatis kerja dari anggota tubuh juga akan ada yang berbeda. Mungkin ketika hal ini dibawa ke mencit dan tikus, enggak akan terlalu beda. Tapi seingat gue, struktur anatomi mencit dan tikus ada perbedaan di jumlah cabang dari pembuluh aorta (gue lupa jelasnya, kalau ada yang bisa mengkoreksi gue akan dengan senang hati menyunting artikel ini). Kalau strukturnya aja beda, jelasnya akan banyak studi translasi yang harus dipertimbangkan sebelum diuji. Misalnya, penelitian terkait jantung dan pembuluh darah, lebih baik pakai mencit atau tikus? Tentunya pilih yang bentuk aortanya lebih mendekati manusia dong.

Terus?

Ini dari pengalaman pribadi gue selama observasi disini. Secara perilaku, bahkan mencit dan tikus sangat berbeda. Ternyata, kemampuan “proses otak” mencit dan tikus juga berbeda. Kemampuan mereka dalam dilatih, dalam uji preferensi, hingga dalam merespon obat anti depresi, sangat berbeda. Jauh lebih mudah menguji dalam tikus dibanding dalam mencit. Gue enggak bisa memberi literatur jelas disini karena ini observasi gue. Tapi itu yang gue amati.

Jangankan untuk mencit dan tikus. Gue ketika berhadapan dengan mencit ras liar dan dibandingkan dengan mutan 1 gen, wah. Perilaku mereka jauh berbeda. Padahal mutan yang dimaksud disini hanya untuk 1 gen warna pada protein tertentu. Hanya berbeda 1 gen loh. Ketika gue berhadapan dengan mutan, sangat sulit untuk membiasakan mereka dengan tangan manusia. Mutan-mutan ini sangat agresif dan sulit diam 😦

Jadi?

Mencit dan tikus itu berbeda. Ada baiknya kalau kalian mencari literatur untuk penelitan kalian, pastikan itu memang rujukan terkait mencit atau tikus sesuai yang akan kalian uji. Ukuran tubuh tikus dan mencit umumnya berbeda (ada beberapa jenis ras yang membuat mereka terlihat mirip) yang efeknya berujung pada jumlah protein dan molekul dalam tubuh mereka juga berbeda. Penting untuk diperhatikan ketika berurusan dengan kadar dalam darah.

Bahkan, sebisa mungkin, pastikan kalian berbicara pada spesies yang sama. Jangan karena “hasil uji di mencit a” maka kalian langsung berasumsi “hasil uji di tikus a”. Enggak seperti itu. Hal ini juga diaplikasikan pada hewan lain (termasuk manusia).

Intinya, coba dipikir dua kali lagi tentang penggunaan hewan ujinya ya. Dan untuk yang bukan saintis hingga dibawah sini, mencit dan tikus itu beda 🙂

Edit: Tambahan untuk yang awam, tikus itu yang ukurannya besar, mencit itu yang lebih kecil. Itu info yang sangat umum dan banyak pengecualiannya, tapi gampangnya begitu. Jelasnya bisa langsung cek disini (dibagian bawah ada gambar yang sangat jelas).

Referensi:

Kimura, Y dkk. Sci Rep. 2015. 28;5. Doi:10.1038/srep14444.

Kumar, S & SB Hedges. Nature. 1998. 392:197-200

ps: Untuk yang perlu bantuan akses/figurnya, kontak gue aja. Gue enggak pasang gambar disini karena etika saintifik.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s